​Mungkin Kau Salah Kamar, Dok!

(Sepenggal Ocehan untuk Dokter AFI) Salah kamar memang tak baik, meski tak selalu buruk. Tak baik jika empunya kamar melihat orang yang salah masuk kamar itu sebagai ancaman. Dia pasti berontak. Apalagi jika dia dalam keadaan tak siap lahir-bathin. Minimal teriak: aoh! (stop, jangan bayangkan suara perempuan!). Tak selalu buruk jika si empunya kamar tidak … Lanjutkan membaca ​Mungkin Kau Salah Kamar, Dok!

Iklan

Kopi Enak, Tak Selalu Karena Kopinya

Tiga kali nongkrong di café itu akan terasa begitu membosankan andai saja tak ada gadis berparas ‘nendang’ itu, yang selalu setia menemani (di sudut berbeda). Saya selalu berkunjung lebih awal, sekira pukul 08.30. Berkunjung sepagi itu, duduk sendirian, kadang berjam-jam memang bukan masalah, tapi rada “lain-lain”. Apatah lagi tujuan saya adalah menunggu teman yang juga … Lanjutkan membaca Kopi Enak, Tak Selalu Karena Kopinya

Jalan Lingkar Wawonii, Kado Istimewah Pemekaran?

Pagi itu, mobil DAMRI satu-satunya kembali melintas dengan sangat lamban. Seperti biasanya, sejak meninggalkan terminal di Desa Munse, setiap driver sudah harus ekstra hati-hati plus tertatih, Bukan karena kepadatan arus lalu-lintas, takut ditilang Polantas karena surat-surat tidak lengkap, atau karena ulah pengendara ugal-ugalan. Tetapi karena faktor non-manusia, medan jalan yang sangat sulit. Medan dimana setiap … Lanjutkan membaca Jalan Lingkar Wawonii, Kado Istimewah Pemekaran?

TNI dan ‘Pengasingan’ Di Perbatasan

Sejak “Indonesia” disepakati dan diakui sebagai suatu entitas dalam pergaulan global, doktrin keutuhan wilayah menjadi agenda utama. Karenanya, perbatasan (Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan) tak luput dari proyek “menjamin keutuhan wilayah dan kedaulatan negara serta perlindungan segenap bangsa”, meski pada akhirnya dibiarkan mangkrang bertahun-tahun. Sebuah penafsiran tradisional atas ancaman kepentingan nasional. Tak heran, TNI … Lanjutkan membaca TNI dan ‘Pengasingan’ Di Perbatasan

2016, Tahun “Kado Politik” Untuk Perbatasan?

Tahun 2015 baru saja berakhir, menandai permulaan tahun 2016 yang kemudian disepakati sebagai “Tahun Baru”. Ratusan juta penduduk Negara ini memiliki beragam cara memaknainya. Oleh kelompok haus hiburan, perhelatan ini merupakan kesempatan terbaik untuk menikmati hiburan berkelas. Bagaimana tidak? Di Kabupaten Boyolali misalnya, tak tanggung-tanggung, pemkab menganggarkan dana senilai Rp1,7 miliar dari APBD 2015 hanya … Lanjutkan membaca 2016, Tahun “Kado Politik” Untuk Perbatasan?

Bertemu Barnabas Di Gua Maria

Kunjungan kali ini benar-benar tak terencana, setidaknya di atas kertas seperti yang biasa saya lakukan. Pernah terlintas di benak, sekali. Itupun tak disengaja, bisa disebut efek nyasar setelah berkeliling Karungan sekitar seminggu sebelumnya. “Gua Maria”, nama itu tertulis di sepotong papan sekitar pemukiman warga, spontan saja mengalihkan fokus dan merangsang rasa penasaran seolah meminta saya … Lanjutkan membaca Bertemu Barnabas Di Gua Maria

Reorientasi dan Strategi Gerakan Mahasiswa Di Era Pragmatisme Kebijakan

(Sebuah pengantar diskusi koridor Sospol Unhas, Agustus 2010) Perhelatan perayaan HUT RI ke-65 pada tanggal 17 Agustus 2010 beberapa hari yang lalu kembali menegaskan pada kita bahwa negeri tercinta ini telah memasuki usia lebih dari satu abad. Usia yang sejatinya lebih dari cukup untuk berbenah diri. Setidaknya jika dibandingkan dengan Negara-negara lain yang usia kemerdekaannya … Lanjutkan membaca Reorientasi dan Strategi Gerakan Mahasiswa Di Era Pragmatisme Kebijakan

Wajah Baru Mau Diapakan?

(Secuil Cerita Rutinitas Mahasiswa Sospol Unhas Jelang Kuliah) Babak baru dalam dunia pendidikan telah dimulai. Pegawai akademik kembali berlepotan dengan tugas-tugas administratif, demikian halnya dengan mahasiswa terutama mereka yang mengaku akademisi tulen. Bagi mahasiswa yang tidak ramah pada akademik kini akan mendapatkan balasan yang dipaksakan setimpal. Pelayanan yang alot adalah semacam konsekuensi logis bagi mahasiswa … Lanjutkan membaca Wajah Baru Mau Diapakan?

Sebuah Catatan Dari “Pulau Hati”

Sejak hengkang dari Pulau itu, tahun 2004 silam ke Kota Kendari saya tidak banyak tahu lagi perkembangannya. Ketidakbanyaktahuan itu makin bertambah ketika saya hijrah lagi ke Kota Makassar tahun 2007. Bertambah lagi ketika saya hijrah ke Kalimantan Timur tahun 2013. Kini saya kembali lagi ke Kota Makassar (mungkin sementara) sejak September 2014 dan belum pernah … Lanjutkan membaca Sebuah Catatan Dari “Pulau Hati”

Indonesia Booming Asap, Siapa Panen?

Hutan ditebang kering kerontang ......... Hutan ditebang anak negeri bernasib malang ……… Sadar dan sadarlah hai anak negeri Sadar dan sadarlah para pemimpin Hentikan, hentikan, hentikan semua duka ini Kembalikan kesuburan negeri ini ……… (Hutanku, Iwan Fals). Raung bulldozer gemuruh pohon tumbang Berpadu dengan jerit isi rimba raya Tawa kelakar badut-badut serakah Tanpa HPH berbuat … Lanjutkan membaca Indonesia Booming Asap, Siapa Panen?